Sarjana Oh Sarjana…


Catatan Oktober 2011

Hari Sabtu (23/10/2011) dilapangan SC (Sport Center) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang), terlihat begitu banyak manusia yang berkumpul. Sebagian besar dari mereka memperlihatkan senyum yang merekah yang menggambarkan bahwa mereka sedang berbahagia. Mereka adalah para wisudawan UIN Maliki Malang yang didampingi oleh keluarga-keluarga mereka. Pada hari itu, UIN Malang mewisuda sekian banyak manusia yang terdiri dari program doktor, magister, dan sarjana. Sungguh lulusan yang sangat banyak. Demikian halnya akan terjadi pada perguruan tinggi lain saat melaksanakan wisuda, bahkan bisa jadi jumlahnya lebih besar. Jika diakumulasi semua wisudawan pada setiap perguruan tinggi, maka kita akan mendapatkan lulusan yang luar biasa banyak setiap tahunnya. Hari itu saya mempunyai pertanyaan penting, bagaimana nasib mereka setelah melepas status mahasiswa dan menyandang gelar sebagai sarjana. Kemana mereka akan pergi? Tentunya mereka akan menuju masyarakat yang lebih luas dengan tingkatan fenomena dan permasalahan yang lebih kompleks. Dalam lingkungan seperti itu, mereka dituntut untuk hidup mandiri, salah satunya dengan mendapatkan pekerjaan. Baca lebih lanjut

Menggemakan Pemikiran Gus Dur


Dengan basis tradisi keilmuan Islam yang cukup, Gus Dur melakukan dinamisasi pemikiran Islam. Ia pun melakukan kritik sangat tajam terhadap kemandegan pemikiran Islam. Ushul fikih yang dalam sejarahnya merupakan proses kreatif untuk mendinamisasi fikih Islam, dalam perkembangannya, menurut Gus Dur, telah menjadi alat seleksi yang sangat normatif dan memandulkan kreativitas. Akibatnya, umat Islam berwawasan sempit dan sangat ekslusif. Umat Islam menjadi beban bagi kebangunan peradaban Islam. Aktivitas istinbath tak bisa dilangsungkan, karena para ulamanya telah terperangkap dalam gubahan fikih lama. Baca lebih lanjut

Bermimpi Indonesia Merdeka dari Utang


Ketergantungan pada utang luar negeri dan intervensi asing membelenggu Indonesia untuk bisa membuat lompatan-lompatan jauh ke depan dalam perbaikan ekonomi. Benarkah Indonesia sekarang ini mengalami apa yang disebut sebagai Fisher’s Paradox?
Mengapa semakin besar utang luar negeri yang dibayar, semakin besar akumulasi utang? Benarkah kita sudah merdeka secara ekonomi?

Baca lebih lanjut

Bagaimana Aristoteles Menjelaskan tentang Tuhan ?


Sumber : jendelafikir.blogspot.com

“Gerak” telah banyak diperbincangkan baik dalam fisika maupun metafisika, dari pandangan fisika “gerak” adalah sebuah fenomena alami sedangkan dari pandangan para filosof ilahi dan metafisika “gerak” adalah sebuah bentuk eksistensi, dari sini dapat dikatakan: pembahasan gerak, pada era ini merupakan salah satu titik temu antara fisika dan filsafat. Para ilmuwan kuno telah pula melakukan pembahasan bab gerak ini dalam masalah natural dan juga dalam masalah theology dengan makna umum dan khusus. Baca lebih lanjut

Habis Gelap Terbitlah Terang (Door Duisternis Tot Licht) By : Novie Endah Rarangsari D’ Feminist


Sudah satu pekan ini  banyak even acara-acara rampung dilakukan untuk peringatan hari kartini yang puncaknya pada 21 april lalu, dari seminar-seminar dan diskusi yang mengangkat isu gender dan feminisme, even tahunan masyarakat para ibu-ibu, remaja putri dengan serentak mengenakan kebaya, aksi kader-kader PMII Sunan Ampel, sejuta bunga untuk kartini, aksi teatrikal, lomba kartini dan kartono dan masih segudang acara lagi , pun media yang seolah berlomba-lomba untuk mengangkat topik Kartini ke dalam beritanya. media televisi misalnya, mendadak menyoroti wanita-wanita tangguh yang memberikan kontribusi dalam berbagai bidang pendidikan, sosial, kemanusiaan dan lain-lain. koran juga sama, topik berita utama mayoritas tentang sepak terjang tokoh wanita. hingga ke ranah para facebookers dan pegiat sosial media semuanya memberikan apreasi positif dengan mengangkat tema Kartini, entah karena sebagian dari mereka hanya mengikuti trend atau memang benar-benar mengerti esensi dari Hari kartini. Baca lebih lanjut

KRITIK MEDIA MASSA


Disajikan dalam forum diskusi GARUDA (Gerakan Gusdurian Muda). Jum’at, 27 April 2012

Semua kalangantelah memahami bahwa fungsi media massa selain sebagai media informasi, hiburan dan pendidikan, juga sebagai kontrol sosial. Teori ini sudah demikian mengakar, terutama dikalangan jurnalis. Atau paling tidak, pengetahuan ini akan diterima oleh mahasiswa semester satu dan dua. Akan tetapi tidak salah jika kemudian saya berani mengatakan bahwa fungsi media massa yang tersebut di atas yang seharusnya menjadi ideologi bagi setiap pelaku dan pengelola media massa, kini telah bergeser fungsi menjadi agen kepentingan. Media massa hampir selalu berada dalam impitan tiga kepentingan, kepentingan pertama adalah bisnis, kedua ideologi, ketiga adalah kepentingan politik. Baca lebih lanjut

Debu-Debu Pesantren Dan Arus Globalisasi


Akselerasi perubahan dan dinamika kehidupan sosial di era global sekarang ini terjadi secara luar biasa dan di luar perkiraan banyak orang, yang menjadi sebuah ironi adalah perubahan-perubahan yang diakibatkan oleh kemajuan spektakuler di bidang teknologi kecerdasan buatan (intellegencia artificial) itu ternyata juga berakibat pada perubahan tata nilai keagamaan dan sosial. Secara rinci, Kehidupan global saat ini ditandai oleh 4 hal : 1. Kemajuan IPTEK 2. Perdagangan bebas 3. Kerjasama regional dan internasional yang mengikis sekat-sekat ideologis 4. Meningkatnya kesadaran HAM dan Pluralisme Baca lebih lanjut